
ANKARA – Pemerintah Turki mengeluarkan peringatan resmi kepada pihak Rusia dan Ukraina menyusul insiden serangan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan kapal dagang di kawasan Laut Hitam.
Kementerian Pertahanan Turki menegaskan bahwa tindakan agresi terhadap armada sipil berisiko memperluas eskalasi konflik militer dan membahayakan keselamatan jalur navigasi regional.
Sebagaimana diberitakan oleh republika.co.id, otoritas maritim Turki mendesak pihak bertikai untuk menghormati koridor perairan bebas agar aktivitas transportasi laut komersial tetap terlindungi dari ancaman militer.
Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, otoritas keselamatan pelayaran meningkatkan patroli ketat demi menjamin keamanan navigasi serta keselamatan para awak kapal yang beroperasi di lintasan rawan tersebut.
Pemerintah Turki menyatakan akan terus mengawasi perkembangan situasi maritim di sekitar Selat Bosphorus dan Laut Hitam guna menjaga stabilitas rantai pasok logistik dunia.

