BANJARMASIN – Tim pencarian dan pertolongan gabungan mengerahkan lebih dari 1.000 personel guna mengintensifkan pencarian 57 korban insiden terbaliknya Kapal Motor (KM) Virgo di wilayah perairan Laut Jawa.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memfokuskan penyisiran pada koordinat kecelakaan dengan menurunkan tim penyelam serta memperluas radius pemantauan di permukaan laut.
Sebagaimana dihimpun dari laporan Koran Jakarta, pengerahan armada penyelamat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI Angkatan Laut, Polairud, serta potensi SAR maritim guna mempercepat evakuasi para korban dan awak kapal yang masih dinyatakan hilang.
Kondisi cuaca serta gelombang laut menjadi salah satu tantangan teknis dalam pelaksanaan operasi bawah air di lokasi bangkai kapal tersebut.
Secara paralel, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan mengintensifkan proses identifikasi forensik terhadap jenazah korban yang telah berhasil dievakuasi ke daratan.
Berdasarkan laporan Kompas.tv, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel telah mendirikan posko Disaster Victim Identification (DVI) guna mencocokkan data ante-mortem dari pihak keluarga dengan data post-mortem korban.
Pihak kepolisian mengimbau keluarga korban untuk segera melapor ke posko DVI terdekat dengan membawa data identitas medis dan dokumen pendukung guna mempercepat proses rekonsiliasi identitas.



