
JAKARTA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Rusia dan Ukraina untuk segera menghentikan segala bentuk serangan bersenjata terhadap kapal sipil yang melintasi jalur perairan strategis di Laut Hitam.
Peringatan dan seruan tersebut disuarakan guna menjamin keselamatan navigasi internasional serta menjaga keberlangsungan jalur distribusi logistik laut yang melayani perdagangan berbagai komoditas global, sebagaimana dilaporkan oleh Koran Jakarta.
Erdogan menegaskan bahwa keamanan rute perdagangan maritim di kawasan Laut Hitam harus diprioritaskan demi mencegah gangguan pasokan pangan dan energi dunia yang sangat bergantung pada kelancaran arus pelayaran niaga.
Konflik bersenjata yang membayangi perairan tersebut dinilai menimbulkan risiko operasional yang tinggi bagi armada kapal komersial serta membahayakan keselamatan fisik bagi para pelaut yang bertugas di koridor pelayaran tersebut.
Turki, yang memiliki yurisdiksi strategis atas selat penghubung Laut Hitam menuju perairan Mediterania, terus berupaya menjaga stabilitas maritim sesuai dengan mandat konvensi hukum laut internasional yang berlaku.
Ancaman militer terhadap kapal-kapal non-kombatan dipandang berpotensi memicu lonjakan premi asuransi pengapalan internasional serta meningkatkan biaya operasional logistik maritim secara global.
Oleh sebab itu, Ankara mendorong kedua pihak yang berkonflik untuk menahan diri dan menghormati integritas zona perairan komersial demi mencegah insiden yang menargetkan kapal non-militer.
Pemerintah Turki juga menyatakan komitmennya untuk terus memfasilitasi diplomasi maritim agar aktivitas pelayaran komersial di kawasan Laut Hitam dapat berlangsung secara stabil, aman, dan terlindungi dari ancaman konfrontasi senjata.

