
JAKARTA – Sektor transportasi laut domestik mencatatkan pertumbuhan volume penumpang yang positif pada periode September, berbanding terbalik dengan moda angkutan udara yang mengalami kontraksi tahunan. Berdasarkan laporan Bisnis.com dan Kompas.com, mobilitas penumpang moda kereta api dan kapal laut tercatat tumbuh, sementara jumlah penumpang pesawat terbang mengalami penurunan sebesar 12,39 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Kenaikan jumlah penumpang angkutan laut tersebut menunjukkan peran strategis moda transportasi laut dalam menopang konektivitas antarwilayah. Pertumbuhan mobilitas ini sejalan dengan meningkatnya keandalan operasional armada kapal di perairan Nusantara, yang terus didukung kesiapan sarana armada dan kompetensi pelaut yang bertugas di berbagai rute pelayaran nusantara.
Sementara itu di panggung maritim internasional, industri pelayaran peti kemas global mencatat perkembangan baru di jalur perdagangan utama. Diberitakan oleh Reuters, perusahaan pelayaran global Maersk mengumumkan bahwa satu lagi layanan pengapalan kontainer miliknya akan kembali melintasi rute Terusan Suez setelah evaluasi operasional berkala.
Langkah kembalinya layanan peti kemas tersebut menandai penyesuaian strategi logistik dari jaringan pelayaran kapal niaga internasional dalam mengoptimalkan efisiensi rantai pasok global di kawasan Timur Tengah dan Laut Merah.
Pada saat yang sama, kerja sama keamanan maritim bilateral juga berlangsung di kawasan Asia Tenggara. Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Vietnam mengonfirmasi kedatangan kapal penjaga pantai kelas Legend, Maritime Security Cutter USCGC Bertholf (WMSL-750), di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Kunjungan kapal patroli keamanan maritim Amerika Serikat tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda hubungan maritim bilateral serta diplomasi keamanan perairan di kawasan regional.

