GMDSS png

Apa itu GMDSS (Global Maritime Distress and Safety System)

 

Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) adalah sistem komunikasi canggih yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pelayaran di seluruh dunia. Sistem ini diterapkan secara penuh pada tahun 1999 oleh International Maritime Organization (IMO) dengan tujuan utama mengurangi risiko kecelakaan laut dan memastikan bantuan dapat diberikan dengan cepat dan efektif di mana saja di dunia.


Sejarah Perkembangan GMDSS

Era Komunikasi Tradisional

Sebelum GMDSS, komunikasi maritim sangat terbatas. Sistem tradisional yang diatur oleh SOLAS (Safety of Life at Sea Convention) 1960 dan 1974 mengandalkan radiotelegraph dan radiotelephone dengan cakupan yang sangat terbatas. Kapal yang berada di luar jangkauan stasiun pantai hanya bisa mengandalkan komunikasi antar kapal di sekitar lokasi.

Misalnya:

  • Radiotelegraphy (Morse Code): Digunakan oleh kapal besar dengan tenaga operator yang terlatih.
  • Radiotelephony: Digunakan oleh kapal yang lebih kecil dengan frekuensi terbatas seperti 2182 kHz (MF) atau 156.8 MHz (VHF).

Namun, keterbatasan jarak dan ketergantungan pada operator manusia membuat sistem ini kurang andal, terutama untuk kapal yang berada jauh di lautan terbuka.

Pergeseran ke Teknologi Modern

Perkembangan teknologi satelit dan digital pada tahun 1970-an memberikan peluang besar untuk meningkatkan komunikasi maritim. IMO bersama International Telecommunication Union (ITU), Inmarsat, dan mitra lainnya mengembangkan sistem yang mampu mengatasi tantangan tersebut. Pada tahun 1988, Konferensi GMDSS memutuskan untuk mengadopsi sistem baru yang menggunakan satelit, digital selective calling (DSC), dan teknologi beacon untuk distress alerting.

Pada tanggal 1 Februari 1992, sebagian besar fitur GMDSS mulai diterapkan, dan sistem ini sepenuhnya diimplementasikan pada 1 Februari 1999, menjadikannya standar internasional untuk komunikasi keselamatan di laut.


Konsep Dasar GMDSS

GMDSS dirancang untuk memastikan setiap kapal, terlepas dari lokasi operasinya, memiliki kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk:

  1. Mengirimkan sinyal distress dengan cepat.
  2. Berkomunikasi dengan kapal lain dan otoritas penyelamatan.
  3. Menerima informasi keselamatan maritim (navigasi, meteorologi, dll.).

Area Operasi GMDSS

Sistem ini membagi lautan menjadi empat area operasi berdasarkan cakupan komunikasi:

  1. Area A1: Dalam jangkauan stasiun pantai VHF dengan DSC.
  2. Area A2: Dalam jangkauan stasiun pantai MF dengan DSC.
  3. Area A3: Dalam cakupan satelit Inmarsat.
  4. Area A4: Area kutub di luar cakupan satelit geostasioner.

Fungsi Utama GMDSS

  1. Distress Alerting: Mengirimkan sinyal distress otomatis atau manual melalui satelit, VHF, atau MF.
  2. SAR Coordination: Koordinasi operasi pencarian dan penyelamatan dengan pusat koordinasi penyelamatan (RCC).
  3. On-Scene Communications: Komunikasi di lokasi kecelakaan, biasanya menggunakan VHF atau MF.
  4. Promulgation of Maritime Safety Information (MSI): Penyebaran informasi keselamatan melalui NAVTEX, SafetyNET, dan teknologi lainnya.
  5. General Radiocommunications: Komunikasi sehari-hari yang mendukung operasional kapal.
  6. Bridge-to-Bridge Communications: Komunikasi antar kapal untuk menghindari tabrakan dan meningkatkan keselamatan.

Komponen Utama GMDSS

  1. Sistem Satelit

    • Inmarsat: Menggunakan satelit geostasioner untuk komunikasi jarak jauh, termasuk distress alerting, telepon, telegraf, dan data.
    • COSPAS–SARSAT: Sistem pelacakan berbasis satelit untuk beacon darurat (EPIRB) dengan cakupan global.
  2. Digital Selective Calling (DSC) DSC memungkinkan pengiriman sinyal distress otomatis pada frekuensi VHF, MF, dan HF. Sistem ini juga digunakan untuk komunikasi keselamatan lainnya, seperti pesan penting atau peringatan bahaya.

  3. Emergency Position-Indicating Radio Beacons (EPIRBs) Perangkat ini secara otomatis mengirimkan lokasi kapal yang sedang dalam keadaan darurat ke satelit atau stasiun pantai.

  4. Search and Rescue Transponders (SARTs) Peralatan ini membantu kapal dan pesawat pencarian menemukan lokasi kapal yang dalam keadaan darurat dengan memantulkan sinyal radar.

  5. NAVTEX dan SafetyNET NAVTEX digunakan untuk menyampaikan MSI di area pesisir, sedangkan SafetyNET melalui satelit digunakan untuk kapal di lautan terbuka.

  6. Radar dan Sistem Pemosisi Radar dan teknologi navigasi lainnya digunakan untuk mendukung operasi penyelamatan dan menghindari bahaya.


Manfaat Utama GMDSS

  1. Respon Cepat dalam Keadaan Darurat Dengan teknologi seperti EPIRB dan DSC, distress alert dapat dikirimkan secara otomatis dalam hitungan detik, mengurangi waktu respons dan meningkatkan peluang penyelamatan.

  2. Cakupan Global Kombinasi satelit dan komunikasi terrestrial memastikan bahwa kapal di mana pun dapat terhubung dengan sistem penyelamatan.

  3. Koordinasi SAR yang Efisien RCC dapat dengan mudah mengoordinasikan kapal, pesawat, dan unit penyelamat lainnya dengan sistem komunikasi yang terintegrasi.

  4. Meningkatkan Keselamatan Operasional Dengan kemampuan menerima informasi navigasi dan meteorologi terbaru, kapal dapat menghindari bahaya dan berlayar dengan lebih aman.


Kesimpulan

GMDSS telah merevolusi dunia maritim dengan menyediakan solusi komunikasi yang komprehensif untuk keselamatan pelayaran. Kombinasi teknologi satelit, perangkat digital, dan sistem komunikasi yang terintegrasi memastikan bahwa setiap kapal memiliki akses ke dukungan keselamatan, kapan pun dan di mana pun diperlukan. Dengan sistem ini, GMDSS tidak hanya menyelamatkan nyawa tetapi juga menciptakan standar baru dalam efisiensi dan keselamatan operasional di laut.


Jika Anda ingin artikel ini disesuaikan lebih lanjut untuk publikasi tertentu, beri tahu saya!

Scroll to Top